Sariawan di Gusi Belakang, Bagaimana Cara Mengatasinya?

  • June 8, 2021

Salah satu bagian tubuh yang perlu dijaga adalah mulut. Ada berbagai risiko yang bisa terjadi di bagian mulut jika manusia tidak menjaganya dengan baik. Salah satu risiko yang bisa terjadi di mulut adalah sariawan. Salah satu bagian mulut yang terdampak sariawan adalah gusi belakang. Sariawan di gusi belakang dapat menimbulkan iritasi pada mulut, namun tidak berbahaya bagi tubuh.

Salah satu penyebab gusi belakang bengkak adalah perikoronitis

Gejala

Berikut adalah gejala yang bisa dialami penderita akibat sariawan di gusi belakang:

  • Bercak putih yang disertai dengan benjolan yang berukuran sangat kecil (dan biasanya sangat mendalam).
  • Rasa sakit.
  • Iritasi.

Sariawan juga dapat menimbulkan kondisi lain berupa:

  • Kulit kering dan pecah-pecah pada mulut.
  • Kemerahan di dalam mulut.
  • Pendarahan di mulut (jika digigit).
  • Kehilangan rasa.
  • Kesulitan menelan.

Penyebab

Berikut adalah beberapa faktor yang dapat memicu sariawan:

  • Masalah pada sistem imun

Masalah pada sistem imun dapat menimbulkan berbagai masalah pada tubuh, termasuk sariawan. Kegunaan sistem imun adalah mencegah organisme yang berbahaya seperti virus dan bakteri. Jika sistem imun tidak bekerja dengan baik, manusia bisa mengalami sariawan.

  • Jamur

Selain mencegah organisme yang berbahaya, sistem imun juga berguna dalam menjaga keseimbangan antara mikroba baik dan jahat. Sistem imun tidak selalu menjaga keseimbangannya dengan baik sehingga dapat menyebabkan jumlah jamur candida (Candida albicans) meningkat. Peningkatan jumlah jamur tersebut dapat menimbulkan sariawan.

  • Diabetes

Diabetes merupakan kondisi lain yang perlu diwaspadai, karena dapat menimbulkan berbagai risiko pada tubuh, termasuk sistem imun yang lemah, kadar gula darah yang tinggi, dan meningkatnya pertumbuhan Candida albicans.

  • HIV

HIV merupakan kondisi yang tidak hanya mematikan, namun juga dapat menular orang lain. HIV tidak hanya melemahkan sistem imun seseorang, namun juga dapat meningkatkan risiko sariawan.

  • Pengobatan kanker

Pengobatan kanker seperti terapi radiasi dan kemoterapi dapat menimbulkan berbagai masalah pada tubuh, salah satunya adalah merusak atau menghancurkan sel-sel sehat. Masalah pada sel-sel sehat dapat membuat seseorang lebih rentan terhadap sariawan.

Jika Kondisi Anda Tidak Membaik

Jika Anda mengalami sariawan, namun kondisinya tidak membaik, Anda sebaiknya temui dokter. Sebelum bertemu dengan dokter, Anda bisa mempersiapkan diri dengan beberapa hal di bawah:

  • Daftar pertanyaan yang ingin Anda tanyakan ke dokter.
  • Daftar gejala yang timbul.
  • Daftar riwayat medis dan obat yang Anda gunakan (jika Anda memilikinya).

Ketika Anda bertemu dengan dokter, dokter perlu mengetahui kondisi Anda dengan mengajukan pertanyaan seperti:

  • Kapan gejala yang Anda alami terjadi?
  • Berapa lama kondisi tersebut terjadi?
  • Apakah Anda mengalami masalah lain pada tubuh?

Diagnosis

Dokter akan melakukan diagnosis setelah mengetahui kondisi pasien. Berikut adalah diagnosis yang dapat dilakukan dokter:

  • Pemeriksaan fisik

Pemeriksaan fisik dilakukan dengan memeriksa kondisi mulut pasien. Cara tersebut dapat mengidentifikasi karakteristik sariawan yang dialami pasien.

  • Biopsi

Biopsi dilakukan dengan mengambil sampel dari bagian mulut yang terdampak sariawan. Sampel tersebut akan dibawa ke laboratorium untuk diteliti lebih lanjut.

  • Tes darah

Tes darah dilakukan untuk mengetahui apa yang menyebabkan pasien mengalami sariawan.

Pengobatan

Pada dasarnya, sariawan merupakan kondisi yang tidak membahayakan tubuh dan dapat sembuh dengan sendiri. Namun, jika Anda ingin menggunakan obat, Anda bisa melakukannya melalui dua cara, antara lain:

  • Obat yang diresepkan dokter

Dokter dapat memberikan berbagai pilihan obat yang dapat mengatasi sariawan, salah satunya termasuk obat antijamur oral.

  • Cara alami

Jika Anda ingin menggunakan cara alami, Anda bisa menggunakan air yang dicampurkan dengan garam.

Pencegahan

Pencegahan bisa Anda lakukan melalui cara-cara berikut:

  • Terus menjaga kondisi mulut seperti menyikat gigi secara rutin (dua kali sehari).
  • Menjaga kadar gula darah.
  • Terus waspada terhadap penyakit menular seperti HIV.

Kesimpulan

Sariawan di gusi belakang merupakan salah satu kondisi yang tidak berbahaya bagi tubuh, namun dapat menimbulkan berbagai gejala. Anda bisa mencoba cara-cara yang disebutkan di atas jika Anda mengalami sariawan dan ingin mengobatinya. Untuk informasi lebih lanjut tentang sariawan, Anda bisa berkonsultasi dengan dokter.

Caruyy

E-mail : admin@abc-ubytovani.net

Submit A Comment

Must be fill required * marked fields.

:*
:*