Minum Teh Saat Hamil, Berbahayakah?

Minum Teh Saat Hamil, Berbahayakah?

  • November 11, 2021

Sebagai tea person, minum teh adalah kegiatan yang wajib dilakukan setiap hari. Bahkan ketika hamil, kebiasaan itu mungkin sulit lepas. Tapi, bolehkah ibu minum teh saat hamil dan jenis teh apa saja yang diperbolehkan?

Apakah ibu hamil boleh minum teh?

Kopi dan teh adalah dua minuman berkafein yang paling banyak diminum di dunia. Meskipun kadar kafein dalam teh lebih rendah daripada kopi, ibu hamil tetap tidak dianjurkan untuk mengonsumsi minuman berkafein dalam jumlah banyak. Menurut American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG) ibu hamil sebaiknya tidak mengonsumsi kafein lebih dari 200 miligram per hari. 

Lalu apakah minum teh saat hamil berbahaya? Jawabannya adalah tergantung jenis teh yang diminum. Beberapa jenis teh, seperti teh hitam, memiliki hampir 50 miligram dalam satu cangkir. Sedangkan teh hijau, yang biasa digunakan untuk meredakan stres, mengandung kurang lebih 25 miligram dalam satu cangkir teh. Adapun teh herbal yang diklaim memiliki banyak manfaat kesehatan tidak selalu aman dikonsumsi selama kehamilan.

Kafein dapat melewati plasenta dengan mudah dan masuk ke dalam tubuh bayi. Namun bayi belum memiliki sistem pencernaan yang cukup baik sehingga tidak bisa memecah kafein. Akibatnya, bayi bisa merasakan efek samping kafein dan berisiko tinggi lahir prematur, memiliki berat badan rendah, atau cacat lahir.     

Maka bisa dikatakan ibu hamil boleh meminum teh selama tidak melebihi batas kafein yang disarankan. Mengonsumsi teh dalam jumlah yang cukup juga bisa menyumbang manfaat kesehatan yang beragam bagi ibu hamil.

Apa teh yang aman bagi ibu hamil dan manfaatnya?

Mengonsumsi teh berikut dalam jumlah sedang selama kehamilan dianggap aman dan dipercaya dapat membawa manfaat bagi ibu:

  1. Teh jahe

Teh jahe adalah yang pas ketika kondisi tubuh sedang meriang atau mual baik karena mabuk perjalanan atau disebabkan karena morning sickness. Teh jahe juga rendah kafein sehingga aman dikonsumsi ibu hamil. Tapi beberapa penelitian menemukan minum teh jahe dapat mempengaruhi hormon seks pada janin dan meningkatkan risiko perdarahan vagina. Oleh karena itu sebelum minum teh jahe sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter.

  1. Teh peppermint

Teh peppermint sering digunakan untuk meringankan sakit perut dan mulas selama kehamilan. Peppermint juga memiliki aroma menenangkan yang efektif meningkatkan mood ibu. 

  1. Teh hijau

Teh hijau kaya akan antioksidan yang sangat baik bagi kesehatan tubuh. Teh hijau juga memiliki kadar kafein yang lebih rendah dibandingkan jenis teh yang lainnya. Sayangnya, katekin dalam teh hijau dapat mencegah penyerapan asam folat yang sangat diperlukan ibu hamil. Sebaiknya batasi minum teh hijau selama hamil yaitu kurang dari 3 cangkir sehari.

  1. Teh raspberry

Beberapa penelitian menemukan teh raspberry aman untuk ibu hamil dan dapat membantu mempersiapkan rahim untuk melahirkan sekaligus mempercepat durasi persalinan. 

  1. Teh hitam atau putih

Teh hitam dan teh putih memiliki kadar kafein yang cukup tinggi, yaitu 50 mg kafein setiap cangkirnya. Batas aman mengonsumsi teh hitam atau teh putih pada ibu hamil adalah tidak lebih dari 4 cangkir teh per hari.

Catatan

Minum teh selama kehamilan dianggap sebagai alternatif yang aman untuk menikmati kafein selama kehamilan. Tapi perlu diingat, beberapa jenis teh bisa menyebabkan pendarahan, meningkatkan risiko persalinan prematur, cacat lahir, bahkan keguguran. 

Jika ibu ingin meminum teh saat hamil, sebaiknya diskusikan dengan dokter mengenai jenis teh yang aman dan cara mengonsumsinya.

Caruyy

E-mail : admin@abc-ubytovani.net

Submit A Comment

Must be fill required * marked fields.

:*
:*