Fisioterapi Di RS Panti Wilasa Dr Cipto Untuk Dapatkan Pengobatan Maksimal!

  • August 6, 2021

Fisioterapi atau terapi fisik adalah prosedur untuk memeriksa, menangani, dan mengevaluasi pasien yang mengalami keterbatasan pada gerak dan fungsi tubuh. Fisioterapi juga dapat dilakukan untuk mencegah cacat fisik dan mengurangi risiko terjadinya cedera atau gangguan gerakan di kemudian hari. Anda dapat mendapatkan tindakan fisioterapi ini di RS Panti Wilasa Dr Cipto, Semarang.

Dalam menjalani fisioterapi, pasien akan diarahkan dan dibantu oleh seorang fisioterapis, yaitu orang yang ahli dalam menerapkan prinsip-prinsip dan praktik fisioterapi. Pada dasarnya, tujuan fisioterapi adalah mengembalikan fungsi tubuh yang normal setelah terkena penyakit atau cedera. Jika tubuh menderita penyakit atau cedera permanen, fisioterapi dapat dilakukan untuk mengurangi dampaknya. Tindakan fisioterapi bisa dilakukan dengan berbagai cara, baik itu penanganan secara manual maupun menggunakan alat.

Berikut adalah berapa kondisi pasien yang bisa dibantu dengan perawatan fisioterapi berdasarkan sistem tubuh.

  1. Gangguan sistem saraf

Beberapa kondisi terkait sistem saraf, seperti stroke, multiple sclerosis, cedera kepala, dan penyakit Parkinson memerlukan fisioterapi. Umumnya gangguan saraf akibat penyakit-penyakit tersebut menyebabkan gangguan fungsi tubuh, seperti susah bicara dan susah bergerak.

  1. Gangguan pada otot kerangka tubuh

Kondisi yang diakibatkan oleh gangguan pada otot, tulang, dan sendi, misalnya nyeri punggung, kram kaki, cedera karena olahraga, dan arthritis, membutuhkan fisioterapi agar bisa pilih lebih cepat. Pemulihan pascaoperasi pada tulang dan otot juga sering kali memerlukan fisioterapi.

  1. Penyakit kardiovaskular

Gangguan pada jantung dan pembuluh darah (sistem kardiovaskular) yang bisa dibantu dengan fisioterapi adalah penyakit jantung kronis dan rehabilitasi setelah serangan jantung. Dengan fisioterapi, hidup pasien setelah operasi akan lebih berkualitas karena adanya dukungan fisik dan emosi.

  1. Gangguan pernapasan

Asma, penyakit paru obstruktif kronik, dan cystic fibrosis (fibrosis kistik) adalah beberapa penyakit terkait sistem pernapasan yang bisa diringankan melalui fisioterapi. Fisioterapis dapat memberikan serangkaian metode mengenai bagaimana cara tubuh bernapas lebih baik dan bagaimana cara mengontrol gejala asma, seperti batuk-batuk dan kesulitan bernapas.

Respons setiap orang terhadap fisioterapi berbeda-beda, tergantung pada bentuk tubuh, pola pergerakan, dan pola perilaku. Beritahu dokter mengenai obat-obatan, suplemen, dan produk herba yang sedang dikonsumsi sebelum fisioterapi.

  1. Persiapan Fisioterapi

Sebelum prosedur fisioterapi dimulai, dokter spesialis kedokteran fisik pertama-tama akan melakukan pemeriksaan dan penilaian kondisi pengidap guna menentukan program terapi yang dibutuhkan. Pengidap juga dianjurkan untuk mendiskusikan pada dokter mengenai tujuan, keuntungan, risiko, dan hasil akhir yang diharapkan program sebelum fisioterapi dilakukan.

  1. Pelaksanaan Fisioterapi

Jumlah sesi yang dilakukan tergantung pada rencana program dan teknik fisioterapi yang digunakan. Namun, secara umum, fisioterapi berlangsung selama 30-60 menit per sesi. Frekuensi dan durasi fisioterapi bisa berubah, disesuaikan dengan hasil fisioterapi terakhir. Berikut ini tiga pendekatan utama dalam fisioterapi.

  • Terapi manual. Pelaksanaannya menggunakan tangan fisioterapis untuk membantu menggerakkan, memijat, dan memanipulasi jaringan tubuh yang terganggu. Manfaat terapi ini yaitu meningkatkan rentang gerak tubuh, melancarkan aliran darah, mengatasi nyeri, dan memberikan sensasi relaksasi pada tubuh.
  • Latihan dan pergerakan. Pendekatan ini menggunakan alat bantu (seperti tongkat) atau dilakukan di dalam air (hidroterapi). Seorang fisioterapis akan membantu pelaksanaan sesi fisioterapi dan mengajarkan pada pengidap gerakan latihan yang bisa dilakukan di rumah. Lakukan gerakan yang diajarkan secara rutin, tetapi pastikan gerakan ini dilakukan secara aman dan dengan pengawasan.
  • Edukasi dan saran. Pendekatan ini berupa pengenalan gaya hidup sehat (seperti menjaga berat badan ideal dan olahraga teratur), serta pemberian saran mengenai posisi tubuh yang benar dalam beraktivitas guna mengurangi risiko cedera dan nyeri.
  1. Setelah Fisioterapi

Temui dokter fisioterapi untuk melihat perkembangan dan mengevaluasi program yang sudah dilakukan. Terus terapkan saran dan latihan yang bisa dilakukan di rumah untuk memperbaiki fungsi bagian tubuh yang cedera atau sakit. Tujuannya adalah untuk mencegah kekambuhan dan komplikasi akibat cedera.

Itulah tindakan fisioterapi yang akan Anda dapatkan jika dilakukan di RS Panti Wilasa Dr Cipto, Semarang. Anda bisa melakukan janji dengan dokter secara daring melalui website rumah sakit atau pun aplikasi SehatQ.

Caruyy

E-mail : admin@abc-ubytovani.net

Submit A Comment

Must be fill required * marked fields.

:*
:*