Apa Penyebab Ukuran Penis Kecil?

  • November 19, 2021
Penis kecil disebabkan karena kekurangan hormon androgen saat bayi

Secara statistik, penis kecil dapat terjadi pada 0,6% populasi laki-laki di dunia yang membuat kondisi ini termasuk dalam hal yang langka. Penis kecil atau mikropenis merupakan kondisi ketika semua struktur alat kelamin lainnya, termasuk skrotum, testis, dan perineum normal, namun panjang penis berada di bawah rata-rata. Kondisi ini bisa terjadi karena adanya gangguan pertumbuhan dan perkembangan saat janin masih di dalam kandungan. Faktor penyebabnya adalah kelainan genetik atau kelainan hormonal.

Ukuran Penis Normal

Sebenarnya tidak ada patokan tertentu mengenai ukuran penis dan keterkaitannya dengan kejantanan. Hal ini karena ukuran penis setiap orang sangat bervariasi. Penis pria akan mengalami pertumbuhan selama memasuki masa pubertas. Pada pria, masa pubertas biasanya dimulai dari usia 13 hingga 18 tahun. Setelah itu, perkembangan penis akan berhenti saat usia 21 tahun.

Meskipun ukuran penis bervariasi, namun umumnya ukuran penis normal rata-rata pria dewasa yaitu:

  • panjang penis sekitar 5-10 cm saat lemas
  • panjang penis sekitar 12-19 cm saat tegang (ereksi).

Selain itu, ukuran penis juga dapat mengecil atau membesar dari ukuran penis normal untuk sementara waktu yang dipengaruhi kondisi tertentu. Misalnya seperti saat Anda kedinginan atau merasa cemas. 

Sayangnya, tidak semua pria memiliki ukuran panjang penis rata-rata seperti kebanyakan pria. Kondisi saat ukuran penis berada di bawah rata-rata ukuran penis pria normal disebut sebagai mikropenis.

Apa Itu Mikropenis?

Mikropenis merupakan kondisi langka yang dapat memengaruhi sekitar 1,5% dari 10.000 bayi laki-laki yang baru lahir di dunia. Selain itu, antara tahun 1997 hingga 2000, sekitar 0,015% bayi laki-laki yang baru lahir di Amerika Serikat mengalami mikropenis. Berdasarkan penelitian para ahli, mikropenis dan kelainan lahir lainnya juga dapat dikaitkan dengan faktor lingkungan, seperti paparan orang tua terhadap pestisida selama kehamilan.

Penyebab Mikropenis

Masalah hormonal adalah penyebab utama dari mikropenis. Gangguan hormon, seperti kekurangan testosteron selama kehamilan, biasanya menjadi penyebab mikropenis dan juga dapat menyebabkan kelainan genital lainnya. Kekurangan testosteron dapat muncul ketika janin laki-laki tidak mampu menghasilkan cukup testosteron, atau ketika ibu tidak menghasilkan cukup hormon human chorionic gonadotrophin (hCG) selama kehamilan. Padahal, hCG dibutuhkan untuk merangsang perkembangan testosteron pada janin.

Saat memasuki kehamilan usia 14 minggu, pertumbuhan penis berada di bawah pengaruh hormon lain, yang dikenal sebagai hormon luteinizing (LH), yang juga merangsang testosteron dalam apa yang disebut sel Leydig testis. Jika produksi salah satu atau kedua hormon janin ini terhambat, panjang penis anak mungkin terpengaruh.

Selanjutnya, saat bayi laki-laki lahir pertumbuhan penis akan tetap berjalan. Bayi laki-laki akan mengalami lonjakan testosteron saat berusia 0–3 bulan setelah lahir. Ini adalah periode penting untuk pertumbuhan penis. Jika proses ini terganggu oleh masalah hormonal bawaan saat dalam kandungan, bayi mungkin memiliki penis yang lebih kecil akibat kekurangan hormon tersebut. 

Selain itu, obat kesuburan berbasis estrogen seperti dietilstilbestrol (DES) juga dapat menyebabkan ukuran penis lebih kecil jika dikonsumsi selama awal kehamilan. Sementara polutan lingkungan adalah salah satu faktor penyebab minor, beberapa penelitian menunjukkan bahwa paparan pestisida terklorinasi selama kehamilan dapat menyebabkan mikropenis dan kelainan genital lainnya pada bayi laki-laki

Selain itu, beberapa diagnosa yang mungkin menjadi penyebab mikropenis adanya gangguan genetik, sepeti:

  • hipogonadisme hipogonadotropik
  • Sindrom Prader-Willi
  • Sindrom Kallmann
  • defisiensi hormon pertumbuhan
  • kromosom abnormal
  • Sindrom Laurence-Moon

Gejala Mikropenis

Saat lahir, penis yang panjangnya kurang dari 0.75 inci (2 cm) dianggap mikropenis. Sebagai orang dewasa, saat penis lemas (tidak ereksi) yang panjangnya kurang dari 5-10 cm dianggap sebagai mikropenis. Penis yang ereksi dianggap mikropenis jika panjangnya kurang dari 12 cm.

Caruyy

E-mail : admin@abc-ubytovani.net

Submit A Comment

Must be fill required * marked fields.

:*
:*